Egy Maulana Ga Ke-Geeran Dibilang Bermain Kayak Messi

Egy Maulana Ga Ke-Geeran Dibilang Bermain Kayak Messi
Egy Maulana Ga Ke-Geeran Dibilang Bermain Kayak Messi

Kala dirinya dipuji pelatih Espanyol B, David Gallego punya gaya bermain seperti Lionel Messi, Egy Maulana pun sontak langsung tersipu-sipu.

Hal ini terjadi saat pesepakbola itu bermain bersama timnas Indonesia U-19 di laga uji coba melawan Espanyol B pekan lalu (Jumat, 14 / 7 / 2017) di Bandung, Jawa Barat. Walaupun tim besutan Indra Sjafri itu harus keok 2 – 4, pelatih dari tim lawannya itu tetap memuji Egy punya kemiripan gaya bermain dengan si La Pulga.

Disisi lain, Egy merupakan bintang muda Tanah Air yang sangat mengidolakan Messi. Semua video pertandingan juru gedor Barcelona FC itu, tak ada satu pun yang terlewatkan oleh Egy. Lantaran hari-harinya terus tercekoki permainan Messi, tak heran kalau gaya Messi jadi merasuk kedalam diri Egy.

Kemiripan ini pun diakui oleh Gallego yang acapkali melihat Egy menggiring bola sendirian melewati pemain-pemain yang menghadangnya. Lalu, dengan cepat langsung merangsek masuk ke area kotak penalti.

“Ini betul-betul gaya Messi”, ujar Gallego setelah melihat pola bermain yang terus-menerus dilakukan oleh Egy pada saat itu.

Namun begitu, Egy dengan rendah diri mengatakan kalau skill dirinya masih jauh dengan skill penyabet 5 titel Ballon d’Or tersebut.

“Saya sangat mengidolai Messi. Kalau permainan saya dibilang mirip-mirip dia, ya itu karena saya terus-menerus melihat cara dia bermain bola. Nah, secara tidak langsung itu jadi terbawa ke saya. Tapi kalo soal skill, ya masih jauh lah, mas. Saya punya 1 Ballon d’Or aja belum”, katanya saat ditemui wartawan CNN usai menjalani sesi latihan di lapangan sepakbola Atang Sutresna Cijantung kemarin (Senin, 17 / 7 / 2017) pagi WIB.

Saat ditanya lagi soal alasan kenapa dirinya sangat menyukai gaya bermain Messi, Egy pun dengan antusias menjelaskannya kepada wartawan.

“Yang saya suka dari Messi adalah mampu membuat lawan sulit membaca arah dia membawa bola. Semua dribbling Messi di lapangan itu penuh dengan kejutan. Sulit ditebak”, paparnya lagi.

Sejatinya, penampilan Egy tidak hanya sekali ini saja yang berhasil mencuri perhatian. Sebelum ini, ia sempat dianugerahi piala Jouer Revelation Trophee usai berkompetisi di Toulon pada bulan Juni 2017 kemarin. Penghargaan tersebut jatuh ke tangannya, lantaran Egy dinilai sebagai pemain yang paling memotori timnya.

Agar tetap memastikan anak didiknya berada di trek yang benar, Indra selaku pelatih tetap mengingatkan agar Egy tidak lantas jadi cepat puas diri. Nasihat ini juga turut dilontarkannya kepada seluruh pemain di tim.

Egy pun mengiyakan wejangan yang disampaikan oleh pelatihnya itu.

“Saya mah sebetulnya juga biasa aja. Merasa senang, iya. Saya akui itu. Tapi, bukan lantas saya jadi ke-geeran. Saya mah beneran deh biasa aja. Ga ada yang wah. Kan media yang terlalu menggembar-gemborkan”, ujar Egy.

“Jika media memuat berita yang bagus, saya sangat berterima kasih sekali. Toh tanpa wartawan, semua juga tidak ada yang bakalan tahu tentang saya. Tapi saya sudah menanamkan kepada diri saya, supaya tidak cepat puas diri dengan segala bentuk pujian”.

“Buat saya yang terpenting adalah bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia dengan terus berprestasi kedepannya, tanpa ada embel-embel haus pujian”, tuntasnya menyudahi wawancara.

Selain menyukai pemain yang berasal dari klub luar negeri, Egy mengaku juga punya idola dari klub-klub dalam negeri. 3 pemain Liga 1 yang menurutnya berhasil menginspirasi dirinya, antara lain adalah Firman Utina, Boaz Solossa dan juga Cristian Gonzalez.