Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo

Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo
Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo

Kancah sepakbola Italia baru saja dibuat geger dengan keputusan Leonardo Bonucci meninggalkan klubnya, Juventus. Dengan keputusannya tersebut, Bonucci pun langsung diberi cap penghianat oleh Si Nyonya Tua. Kendati begitu, bek berumur 30 tahun itu mengaku masa bodo dengan itu semua. Baginya, menghadapi sebuah hal yang kontroversial sudah menjadi konsekuensi seorang publik figur.

Pada 14 Juli 2017 silam, Bonucci menanggalkan seragam belang hitam putihnya untuk bergabung bersama AC Milan. Kepindahan tersebut sejatinya bisa dikatakan sangat tiba-tiba, karena sebelumnya tidak pernah ada rumor terkait niatan Bonucci untuk pindah klub. Tentu saja, keputusan Bonucci tersebut menuai kekecewaan bagi sebagian besar Juventini. Persoalan uang pun diasumsi publik dan para fans menjadi akar dari keputusan angkat kaki Bonucci.

“Terus terang, saya masa bodo tuh. Terserah orang mau bilang apa. Sebagai pemain profesional, tentunya saya ingin membuat keputusan yang terbaik dalam perjalanan karir saya. Rasanya janggal ya, kalau orang-orang malah sok ikut campur tanpa juntrungan seperti itu”, ujar Bonucci saat disambangi wartawan Football Italia.

“Saya sudah dengar kok, kalau saya dibilang sampah lah, penghianat atau tentara bayaran. 3 kata hinaan yang menurut saya sebetulnya tak pantas diutarakan bagi seorang pemain yang telah memberikan dedikasinya untuk Juve. Padahal, saya tidak pergi dari Juve karena uang. Uang yang oke sudah saya dapatkan kok pas bermain untuk Juve”, tegasnya lagi.

Pernyataan Bonucci terkait dedikasinya memang bukanlah sekedar pepesan kosong belaka. Selama tergabung dengan Bianconeri, pemain internasional Italia itu sudah berhasil memenangkan 6 Scudetto, 3 trofi Coppa Italia, dan juga 3 trofi Supercoppa Italia.

Dengan demikian, label tidak enak yang disematkan kepada Bonucci tersebut muncul lantaran memang dia betul-betul seorang pengianat atau dilatarbelakangi ketidakrelaan Juventini kehilangan pemain andalannya untuk bergabung dengan klub lain? Pembaca bisa menilai sendiri.