Ini Dia Kryptonite Buffon

Ini Dia Kryptonite Buffon
Ini Dia Kryptonite Buffon

Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo bisa dikatakan menjadi juru gedor yang paling banyak mengoyak jala yang dipagari Gianluigi Buffon 5 tahu terakhir ini. Namun saat diajak berbincang-bincang lebih dalam, ternyata Buffon mengakui kalau pemain berjuluk CR7 itu masih kalah menakutkan dibanding dengan striker yang satu ini. Siapakah sosok tersebut?

Kiprahnya di kancah sepakbola sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. 20 tahun sudah ia habiskan untuk mendedikasikan dirinya di sepakbola sebagai penjaga gawang. Karirnya dimulai dengan membela Parma hingga tahun 2000. Selanjutnya, ia lalu pindah ke Juventus dan masih bernaung disana sampai sekarang.

1 hal yang hebat dari kiper yang juga membela timas Italia itu adalah fisiknya yang prima, kendati sudah hampir menginjak kepala 4. Sebagai atlit berusia 39 tahun, tentunya Buffon sudah tergolong uzur sebagai pemain. Namun begitu, baik Juve dan timnas pun tetap masih mengandalkan skill dan tenaganya.

Jam terbang yang tinggi juga menjadi faktor pengalaman tersendiri bagi Buffon di lapangan. Ia mengaku sampai hafal siapa-siapa saja pemain yang pernah dihadapinya didepan mistar. Termasuk gerak-gerik dan gelagatnya, kala hendak menjebol penjagaannya. Sejumlah pemain yang diakui Buffon pernah menjadi mimpi buruknya antara lain adalah Mauro Icardi dari Inter Milan yang sudah membolongi gawangnya sebanyak 5 kali di kompetisi Serie-A, lalu ada pula sang mega bintang Cristiano Ronaldo yang berseragamkan Los Blancos. Ronaldo kerap menghantui Buffon dengan teror gol di kancah Liga Champion.

Walaupun, Buffon dengan gamblang menjabarkan siapa-siapa saja sosok yang selalu menjadi teror tiap kali dirinya bertugas. Pada akhirnya, muncul juga 1 nama yang diakui dirinya menjadi sosok striker yang paling menakutkan sepanjang Buffon berkarir sebagai kiper. Ia adalah juru gedor legendaris asal Brazil yang pernah membela klub-klub papan atas Eropa, seperti halnya Inter Milan dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di dunia sebanyak 3 kali. Dialah Ronaldo Luis Nazario Da Lima atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ronaldo.

“Dari semua striker, yang paling merepotkan saya itu Ronaldo. Belum pernah ada striker segesit dia yang saya hadapi di sepanjang perjalanan karir saya sebagai kiper pro”, aku Buffon yang juga terlansir di Marca dan Football Italia.

“Ronaldo adalah sosok penyerang yang sempurna. Punya speed, power dan teknik yang sungguh luar biasa”, lanjutnya memuji striker berkepala plontos itu.

“Ronaldo seperti terlahir untuk sepakbola. Bukan pemain yang sengaja dibentuk untuk lihai di sepakbola. Sudah bakat alam sejak lahir”, ceplos Buffon lagi.

Sepanjang berkarir di sepakbola, Ronaldo sudah mencatatkan 98 caps untuk Tim Samba dengan catatan 62 gol. Hanya saja, catatan golnya masih kalah dengan Pele yang masih dicap sebagai pencatat angka terbanyak sepanjang masa untuk timnas Brazil.

Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo

Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo
Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo

Kancah sepakbola Italia baru saja dibuat geger dengan keputusan Leonardo Bonucci meninggalkan klubnya, Juventus. Dengan keputusannya tersebut, Bonucci pun langsung diberi cap penghianat oleh Si Nyonya Tua. Kendati begitu, bek berumur 30 tahun itu mengaku masa bodo dengan itu semua. Baginya, menghadapi sebuah hal yang kontroversial sudah menjadi konsekuensi seorang publik figur.

Pada 14 Juli 2017 silam, Bonucci menanggalkan seragam belang hitam putihnya untuk bergabung bersama AC Milan. Kepindahan tersebut sejatinya bisa dikatakan sangat tiba-tiba, karena sebelumnya tidak pernah ada rumor terkait niatan Bonucci untuk pindah klub. Tentu saja, keputusan Bonucci tersebut menuai kekecewaan bagi sebagian besar Juventini. Persoalan uang pun diasumsi publik dan para fans menjadi akar dari keputusan angkat kaki Bonucci.

“Terus terang, saya masa bodo tuh. Terserah orang mau bilang apa. Sebagai pemain profesional, tentunya saya ingin membuat keputusan yang terbaik dalam perjalanan karir saya. Rasanya janggal ya, kalau orang-orang malah sok ikut campur tanpa juntrungan seperti itu”, ujar Bonucci saat disambangi wartawan Football Italia.

“Saya sudah dengar kok, kalau saya dibilang sampah lah, penghianat atau tentara bayaran. 3 kata hinaan yang menurut saya sebetulnya tak pantas diutarakan bagi seorang pemain yang telah memberikan dedikasinya untuk Juve. Padahal, saya tidak pergi dari Juve karena uang. Uang yang oke sudah saya dapatkan kok pas bermain untuk Juve”, tegasnya lagi.

Pernyataan Bonucci terkait dedikasinya memang bukanlah sekedar pepesan kosong belaka. Selama tergabung dengan Bianconeri, pemain internasional Italia itu sudah berhasil memenangkan 6 Scudetto, 3 trofi Coppa Italia, dan juga 3 trofi Supercoppa Italia.

Dengan demikian, label tidak enak yang disematkan kepada Bonucci tersebut muncul lantaran memang dia betul-betul seorang pengianat atau dilatarbelakangi ketidakrelaan Juventini kehilangan pemain andalannya untuk bergabung dengan klub lain? Pembaca bisa menilai sendiri.