Ini Dia Kryptonite Buffon

Ini Dia Kryptonite Buffon
Ini Dia Kryptonite Buffon

Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo bisa dikatakan menjadi juru gedor yang paling banyak mengoyak jala yang dipagari Gianluigi Buffon 5 tahu terakhir ini. Namun saat diajak berbincang-bincang lebih dalam, ternyata Buffon mengakui kalau pemain berjuluk CR7 itu masih kalah menakutkan dibanding dengan striker yang satu ini. Siapakah sosok tersebut?

Kiprahnya di kancah sepakbola sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. 20 tahun sudah ia habiskan untuk mendedikasikan dirinya di sepakbola sebagai penjaga gawang. Karirnya dimulai dengan membela Parma hingga tahun 2000. Selanjutnya, ia lalu pindah ke Juventus dan masih bernaung disana sampai sekarang.

1 hal yang hebat dari kiper yang juga membela timas Italia itu adalah fisiknya yang prima, kendati sudah hampir menginjak kepala 4. Sebagai atlit berusia 39 tahun, tentunya Buffon sudah tergolong uzur sebagai pemain. Namun begitu, baik Juve dan timnas pun tetap masih mengandalkan skill dan tenaganya.

Jam terbang yang tinggi juga menjadi faktor pengalaman tersendiri bagi Buffon di lapangan. Ia mengaku sampai hafal siapa-siapa saja pemain yang pernah dihadapinya didepan mistar. Termasuk gerak-gerik dan gelagatnya, kala hendak menjebol penjagaannya. Sejumlah pemain yang diakui Buffon pernah menjadi mimpi buruknya antara lain adalah Mauro Icardi dari Inter Milan yang sudah membolongi gawangnya sebanyak 5 kali di kompetisi Serie-A, lalu ada pula sang mega bintang Cristiano Ronaldo yang berseragamkan Los Blancos. Ronaldo kerap menghantui Buffon dengan teror gol di kancah Liga Champion.

Walaupun, Buffon dengan gamblang menjabarkan siapa-siapa saja sosok yang selalu menjadi teror tiap kali dirinya bertugas. Pada akhirnya, muncul juga 1 nama yang diakui dirinya menjadi sosok striker yang paling menakutkan sepanjang Buffon berkarir sebagai kiper. Ia adalah juru gedor legendaris asal Brazil yang pernah membela klub-klub papan atas Eropa, seperti halnya Inter Milan dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di dunia sebanyak 3 kali. Dialah Ronaldo Luis Nazario Da Lima atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ronaldo.

“Dari semua striker, yang paling merepotkan saya itu Ronaldo. Belum pernah ada striker segesit dia yang saya hadapi di sepanjang perjalanan karir saya sebagai kiper pro”, aku Buffon yang juga terlansir di Marca dan Football Italia.

“Ronaldo adalah sosok penyerang yang sempurna. Punya speed, power dan teknik yang sungguh luar biasa”, lanjutnya memuji striker berkepala plontos itu.

“Ronaldo seperti terlahir untuk sepakbola. Bukan pemain yang sengaja dibentuk untuk lihai di sepakbola. Sudah bakat alam sejak lahir”, ceplos Buffon lagi.

Sepanjang berkarir di sepakbola, Ronaldo sudah mencatatkan 98 caps untuk Tim Samba dengan catatan 62 gol. Hanya saja, catatan golnya masih kalah dengan Pele yang masih dicap sebagai pencatat angka terbanyak sepanjang masa untuk timnas Brazil.

Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo

Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo
Dikatain Penghianat Oleh Juventus, Bonucci Masa Bodo

Kancah sepakbola Italia baru saja dibuat geger dengan keputusan Leonardo Bonucci meninggalkan klubnya, Juventus. Dengan keputusannya tersebut, Bonucci pun langsung diberi cap penghianat oleh Si Nyonya Tua. Kendati begitu, bek berumur 30 tahun itu mengaku masa bodo dengan itu semua. Baginya, menghadapi sebuah hal yang kontroversial sudah menjadi konsekuensi seorang publik figur.

Pada 14 Juli 2017 silam, Bonucci menanggalkan seragam belang hitam putihnya untuk bergabung bersama AC Milan. Kepindahan tersebut sejatinya bisa dikatakan sangat tiba-tiba, karena sebelumnya tidak pernah ada rumor terkait niatan Bonucci untuk pindah klub. Tentu saja, keputusan Bonucci tersebut menuai kekecewaan bagi sebagian besar Juventini. Persoalan uang pun diasumsi publik dan para fans menjadi akar dari keputusan angkat kaki Bonucci.

“Terus terang, saya masa bodo tuh. Terserah orang mau bilang apa. Sebagai pemain profesional, tentunya saya ingin membuat keputusan yang terbaik dalam perjalanan karir saya. Rasanya janggal ya, kalau orang-orang malah sok ikut campur tanpa juntrungan seperti itu”, ujar Bonucci saat disambangi wartawan Football Italia.

“Saya sudah dengar kok, kalau saya dibilang sampah lah, penghianat atau tentara bayaran. 3 kata hinaan yang menurut saya sebetulnya tak pantas diutarakan bagi seorang pemain yang telah memberikan dedikasinya untuk Juve. Padahal, saya tidak pergi dari Juve karena uang. Uang yang oke sudah saya dapatkan kok pas bermain untuk Juve”, tegasnya lagi.

Pernyataan Bonucci terkait dedikasinya memang bukanlah sekedar pepesan kosong belaka. Selama tergabung dengan Bianconeri, pemain internasional Italia itu sudah berhasil memenangkan 6 Scudetto, 3 trofi Coppa Italia, dan juga 3 trofi Supercoppa Italia.

Dengan demikian, label tidak enak yang disematkan kepada Bonucci tersebut muncul lantaran memang dia betul-betul seorang pengianat atau dilatarbelakangi ketidakrelaan Juventini kehilangan pemain andalannya untuk bergabung dengan klub lain? Pembaca bisa menilai sendiri.

Para Calon Top Skorer di Liga Premier Inggris Musim 2017-2018

Berdasarkan peta kekuatan klub partisipan Liga Inggris musim ini (2017 – 2018), setidaknya ada 6 nama dari 6 klub yang diprediksi bakal menjadi top skorer.

Berikut adalah deretan nama yang difavoritkan pada gelaran Liga Premier Inggris 2017 – 2018.

1. Alexandre Lacazette – Arsenal

Alexandre Lacazette - Arsenal - Liga Inggris Premier
Alexandre Lacazette – Arsenal – Liga Inggris Premier

Sejatinya klub yang bermarkas di London Utara ini punya sejumlah juru gedor yang berkualitas impresif. Setidaknya, mereka menjadi kepercayaan Arsene Wenger untuk memproduksi banyak gol di Liga Inggris. Diantaranya adalah Olivier Giroud, lalu Alexis Sanchez, kemudian Theo Walcott, Danny Welbeck, dan juga Alexandre Lacazette. Namun begitu, nama Lacazette lah yang paling digaung-gaungkan bakal paling bersinar di Arsenal pada musim ini.

Pasalnya, pemain kelahiran Prancis 26 tahun silam itu menjadi striker paling mahal yang diangkut The Gunners dari salah satu klub partisipan Ligue 1 Prancis, Olympique Lyon. Arsenal sampai harus menggelontorkan uang sebesar 52 jt Pound atau setara dengan 899 M Rupiah. Tentu saja, angka tersebut menjadi rekor nilai transfer termahal di Arsenal pada musim panas 2017.

Kerelaan Arsenal untuk merogoh kocek yang wow tersebut, sejatinya dilatarbelakangi oleh alasan yang masuk akal. Pada musim lalu (2016 – 2017), Lacazette sukses membungkus 37 gol serta 5 assist dari 45 kesempatan berlaga di berbagai ajang dengan seragam Lyon. Selain itu, kecepatan dan agresifitas bikin gol dari pemain bernomor punggung 9 itu menjadi poin yang diandalkan oleh Wenger.

2. Alvaro Morata – Chelsea

Alvaro Morata - Chelsea - Liga Inggris Premier
Alvaro Morata – Chelsea – Liga Inggris Premier

Semenjak resmi direkrut Chelsea dari klubnya di Spanyol, Real Madrid, Alvaro Morata sudah pasti disematkan rompi beban sebagai mesin gol oleh sang pelatih klub, Antonio Conte.

Sebelumnya, Chelsea memang sudah mengincar Conte untuk mengganti peran striker kunci terdahulu, Diego Costa yang tenaganya sudah tidak bisa diandalkan lagi oleh Conte.

Lagipula, uang mahar yang dirogoh The Blues untuk meminang Morata pun tidaklah sedikit. Pemain 24 tahun itu bernilai 70 jt Pound atau 1,2 T Rupiah lebih untuk direstui El Real menginjakkan kaki di Stamford Bridge.

Bersama Eden Hazard, Pedro Rodriguez, dan juga Willian yang sudah disetel Conte sebagai pelapis Morata, tentunya kans bagi klub London Biru tersebut untuk menjebol gawang lawan semakin besar. Mengingat ketiga pemain yang dinilai paling jago bikin assist di lapangan tersebut, bakal memanjakan Morata dengan umpan-umpan matang.

Walaupun belakangan di El Real, Morata sempat lebih banyak disuruh bengong di bench oleh pelatihnya, Zinedine Zidane, potensinya dalam bikin gol sama sekali tidak terkikis. Selama bermain bersama Madrid di musim 2016 – 2017, Morata sukses mempersembahkan 20 gol serta 6 assist dari 43 kesempatan bermain yang diberikan di semua ajang. Hal ini memungkinkan, karena akurasi tendangan dan kelihaian Morata dalam menentukan titik tembak yang pas.

3. Mohamed Salah – Liverpool

Mohamed Salah - Liverpool - Liga Inggris Premier
Mohamed Salah – Liverpool – Liga Inggris Premier

Bisa dikatakan kalau musim 2016 – 2017 lalu, menjadi musim yang membuat Liverpool frustasi. Pasalnya, The Reds sama sekali tidak bisa mengandalkan para strikernya yang acapkali bermasalah. Sebut saja Daniel Sturridge yang rentan kena cidera, lalu Divock Origi dan Danny Ings yang penampilannya dirasa sang pelatih, Jurgen Klopp kurang oke.

Pada musim panas tahun ini, Klopp memang baru saja merekrut juru gedor baru, Dominic Solanke. Namun setelah diamati, pelatih asal Jerman tersebut masih merasa ada yang kurang dengan daya rusak lini depannya itu. Mengingat performa Solanke yang bisa dibilang angot-angotan, alias naik turun.

Problema terpecahkan begitu Klopp berhasil mendapatkan gelandang yang juga mampu berperan sebagai penyerang, Mohamed Salah. Belakangan saat masih berseragam AS Roma, gelandang asli Mesir 25 tahun itu memang acapkali dimainkan sebagai striker. Dari lakonannya di musim lalu, Salah tercatat berhasil mempersembahkan 19 gol dan juga 5 assist bagi Roma dari 41 laga di semua ajang yang dimainkannya.

Atas CV Salah yang impresif, Liverpool pun sampai rela mengucurkan uang senilai 42 jt Euro atau sebanding dengan 560 M Rupiah lebih untuk menerbangkannya ke Anfield.

Dengan skill individual yang ciamik, sudah pasti Klopp bakal mengandalkan Salah habis-habisan pada Liga Inggris dan kompetisi lainnya di musim ini.

4. Gabriel Jesus – Manchester City

Gabriel Jesus - Manchester City - Liga Inggris Premier
Gabriel Jesus – Manchester City – Liga Inggris Premier

Walaupun pemain muda asal Brazil berusia 20 tahun itu dinilai kurang produktif di musim lalu (2016 – 2017), sang pelatih Manchester City, Pep Guardiola tetap menilai kalau Gabriel Jesus tetap oke soal urusan bikin gol. Apalagi Pep sudah sangat cocok dengan pola bermain yang ditampilkan oleh anak didiknya itu.

Jesus memang sempat banyak mangkir di musim lalu, karena cedera lututnya. Namun begitu, ia mampu mengemas 7 gol dan 4 assist dari 11 laga yang dilakoninya bersama The Citizen di semua ajang.

5. Romelu Lukaku – Manchester United

Romelu Lukaku - Manchester United - Liga Inggris Premier
Romelu Lukaku – Manchester United – Liga Inggris Premier

Usai kehilangan Zlatan Ibrahimovic yang tidak lagi diperpanjang kontraknya, Manchester United (MU) kini punya predator baru yang diangkutnya dari Everton, Romero Lukaku.

Lukaku yang sudah terkenal dengan rasa laparnya untuk bikin gol itu ditebus Setan Merah dengan uang senilai 75 jt Pound atau 1,3 T Rupiah lebih.

Berdasarkan catatan musim lalu yang dirangkum Whoscored, penyerang asal Belgia 24 tahun itu sukses membungkus 26 gol serta 7 assist untuk Everton pada semua kompetisi yang diikuti.

6. Harry Kane – Tottenham Hotspur

Harry Kane - Tottenham Hotspur - Liga Inggris Premier
Harry Kane – Tottenham Hotspur – Liga Inggris Premier

Selepas sembuh dari cideranya di pertengahan musim lalu, pemain yang dikatakan mirip dengan pemain timnas Indonesia, Irfan Bachdim itu malah semakin produktif soal membobol gawang lawan.

Berkat agresifitasnya pula, Lilywhites berhasil menuntaskan Liga Inggris Premier 2016 – 2017 dengan duduk di posisi runner up.

Dengan catatan 35 gol dan juga 7 assist dari 38 laga yang diikutinya bersama The Spurs, nama Kane menjadi sosok yang sangat ditakuti barisan pertahanan lawan-lawannya.

Harga Tiket Piala Dunia 2018 Sudah Dirilis FIFA

Harga Tiket Piala Dunia 2018 Sudah Dirilis FIFA
Harga Tiket Piala Dunia 2018 Sudah Dirilis FIFA

FIFA secara resmi telah merilis harga jual tiket untuk menonton turnamen Piala Dunia 2018 Rusia. Bagi para pengunjung yang berasal dari negara lain, tiket dibanrol dengan harga 105 USD atau sekitar 1,365,000 Rupiah.

Dengan harga tersebut, para penonton juga akan mendapat tiket untuk menonton babak penyisihan grup dengan duduk di tribun yang berada di belakang gawang. Hanya saja, tidak diizinkan untuk menyaksikan kick off Piala Dunia 2018 pada tanggal 14 Juli di Stadion Luzhniki Moskow.

Dijual secara terpisah, harga tiket paling murah pada pertandingan perdana adalah sebesar 220 USD atau sekitar 2,860,000 Rupiah. Begitupun dengan harga tiket babak final yang dijual dengan harga sama. Sementara itu, harga untuk menonton dari tribun bagian tengah yang lebih dekat lagi ke lapangan dijual dengan harga 1,100 USD atau sekitar 14,3 jt Rupiah.

Sebagai warga dari tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2018, warga Rusia mendapat keistimewaan terkait harga tiket. Tiket paling murah yang dijual kepada warga Rusia adalah hanya sebesar 1,280 Rubel saja atau sekitar 20 USD dan 260 rb Rupiah. Sedangkan tiket babak final dibanrol dengan harga 7,040 Rubel atau sekitar 110 USD dan 1,4 jt Rupiah. Dengan demikian, harga jual tiket Piala Dunia 2018 untuk warga lokal lebih murah 5 kali lipat daripada para penonton internasional.

Adapun harga tiket yang telah ditentukan oleh FIFA tersebut, juga sudah disetujui oleh Menteri Olahraga Pariwisata dan Kebijakan Pemuda Rusia, Vitaly Mutko. Baik sang Menteri dan sang Presiden FIFA, Gianni Infantino telah sepakat dengan perhitungan harga tiket yang ditentukan dari mata uang Rusia, Rubel yang bersifat konsisten. Kebijakan ini dilakukan, mengingat kurs Rubel terhadap USD yang nilainya tidak stabil. Dimana, Rubel telah kehilangan nilai sebesar hampir 50% terhadap USD dalam kurun 2 tahun belakangan ini.

Selain itu, FIFA juga sudah menyediakan sebanyak 350,000 tiket khusus untuk suporter timnas tuan rumah.

Tiket untuk menonton Piala Dunia 2018 itu sendiri sudah mulai dijual pada musim panas tahun ini (2017). Bahkan, parlemen Rusia juga sudah mencanangkan RUU yang memungkinkan para calon penonton internasional Piala Dunia 2018 bermukim hampir 2 bulan di Rusia tanpa visa. Lebih hebatnya lagi, mereka juga diperbolehkan menggunakan fasilitas transportasi umum di semua kota-kota tuan rumah rumah dengan gratis.

Negredo Resmi Berseragam Besiktas

Negredo Resmi Berseragam Besiktas
Negredo Resmi Berseragam Besiktas

Musim depan, Alvaro Negredo resmi membela salah satu klub asal Turki, Besiktas.

Berdasarkan informasi yang dibeberkan oleh 442, bomber asal Spanyol berumur 31 tahun itu melanjutkan karir sepakbolanya di Turki usai meneken kontrak berdurasi 3 musim.

Sebelum berhasil diciduk Besiktas ke Vodavone Arena, 2 klub asal Inggris, Swansea City dan Leeds United juga sempat berkompetisi untuk memperebutkan Negredo. Kendati, Negredo pun emoh untuk bergabung dengan kedua klub tersebut.

Negredo memutuskan untuk menerima tawaran Besiktas, usai dirinya dipinjamkan oleh klub lamanya, FC Valencia kepada Middlesbrough. Selama semusim belakangan bermain bersama Boro, Negredo telah membungkus 9 gol yang diciptakannya melalui semua ajang. Kendati klub yang dibelanya sepanjang musim 2016 / 2017 itu tetap harus terdegradasi ke divisi Championship, karena performa yang buruk di Liga Premier.

Diangkutnya Negredo secara resmi oleh Besiktas kemarin (Rabu, 2 / 8 / 2017), menjadi perekrutan terakhir Tim Elang Hitam pada bursa transfer musim panas tahun ini. Sebelumnya, terlebih dahulu Besiktas meminang Ricardo Quaresma dan eks bek Real Madrid, Pepe. Sesuai dengan jadwal yang telah disusun pihak manajemen, mereka bertiga bakal diperkenalkan Besiktas kepada publik Turki melalui konferensi pers yang rencananya digelar pertengahan pekan depan.

Diperkuat Negredo, Besiktas menaruh ekspektasi mampu menyabet gelar juara Liga Turki berikutnya. Dimana, mereka sebelumnya juga telah berhasil menjadi juara secara beruntun pada musim 2015 / 2016 dan juga musim 2016 / 2017.

Berseragam MU, SenyumMU sunguh Menawan Julia Roberts

Berseragam MU, SenyumMU sunguh Menawan Julia Roberts
Berseragam MU, SenyumMU sunguh Menawan Julia Roberts

Salah satu aktris papan atas Holywood, Julia Roberts, ternyata juga ikut menyaksikan laga pra musim antara Manchester United (MU) kontra Real Madrid di Amerika Serikat (AS). Sambil mengenakan jersey MU, Julia pun dijepret kamera oleh wartawan. Sontak senyum manisnya sambil mengenakan jersey Setan Merah pun, langsung terpampang indah di sosial media.

Saat itu, Julia memang sengaja mampir ke Santa Clara, AS untuk menyaksikan klub favoritnya bertanding. Sejatinya, ia tidak menonton laga persahabatan itu sendirian. Sang ‘Pretty Woman’ juga ditemani oleh sejumlah artis Holywood lainnya. Dimana, secara kebetulan mereka semua adalah penggemar fanatik MU. Adapun, mereka nampak bersorak sorai melihat aksi Romelu Lukaku cs di lapangan.

Belakangan ini, wanita kelahiran 49 tahun silam itu memang terlihat dekat sekali dengan MU. Bahkan sebelum ini, Julia pun sempat menonton laga kandang MU melawan West Ham United di Old Trafford.

Saat menjalani tur pra musimnya di AS, Julia juga sudah pernah mampir ke camp latihan MU sekaligus berfoto dengan para pemain The Red Devil.

Usai menyaksikan laga yang dimenangkan MU lewat adu penalti atas Los Blancos, wartawan pun langsung mengerumuni Julia. Berikut petikan percakapannya tentang MU.

“Saya dan anak-anak saya memang sudah menyukai sepakbola sejak dulu. Sebelum ini, saya pun sempat berkunjung ke tempat latihan MU bersama anak-anak saya”, ceplosnya.

Dari semua pemain MU, ternyata Paul Pogba adalah sosok pemain yang paling digemari Julia dan anak-anaknya.

“Jujur, ya. Ketika saya bertemu dengan Pogba secara langsung, saya baru tahu kalau dia merupakan individu yang sangat ramah. Saya dan anak-anak disambutnya dengan sangat hangat”, imbuh Julia lagi sambil memuji pemain MU favoritnya itu.

Egy Maulana Ga Ke-Geeran Dibilang Bermain Kayak Messi

Egy Maulana Ga Ke-Geeran Dibilang Bermain Kayak Messi
Egy Maulana Ga Ke-Geeran Dibilang Bermain Kayak Messi

Kala dirinya dipuji pelatih Espanyol B, David Gallego punya gaya bermain seperti Lionel Messi, Egy Maulana pun sontak langsung tersipu-sipu.

Hal ini terjadi saat pesepakbola itu bermain bersama timnas Indonesia U-19 di laga uji coba melawan Espanyol B pekan lalu (Jumat, 14 / 7 / 2017) di Bandung, Jawa Barat. Walaupun tim besutan Indra Sjafri itu harus keok 2 – 4, pelatih dari tim lawannya itu tetap memuji Egy punya kemiripan gaya bermain dengan si La Pulga.

Disisi lain, Egy merupakan bintang muda Tanah Air yang sangat mengidolakan Messi. Semua video pertandingan juru gedor Barcelona FC itu, tak ada satu pun yang terlewatkan oleh Egy. Lantaran hari-harinya terus tercekoki permainan Messi, tak heran kalau gaya Messi jadi merasuk kedalam diri Egy.

Kemiripan ini pun diakui oleh Gallego yang acapkali melihat Egy menggiring bola sendirian melewati pemain-pemain yang menghadangnya. Lalu, dengan cepat langsung merangsek masuk ke area kotak penalti.

“Ini betul-betul gaya Messi”, ujar Gallego setelah melihat pola bermain yang terus-menerus dilakukan oleh Egy pada saat itu.

Namun begitu, Egy dengan rendah diri mengatakan kalau skill dirinya masih jauh dengan skill penyabet 5 titel Ballon d’Or tersebut.

“Saya sangat mengidolai Messi. Kalau permainan saya dibilang mirip-mirip dia, ya itu karena saya terus-menerus melihat cara dia bermain bola. Nah, secara tidak langsung itu jadi terbawa ke saya. Tapi kalo soal skill, ya masih jauh lah, mas. Saya punya 1 Ballon d’Or aja belum”, katanya saat ditemui wartawan CNN usai menjalani sesi latihan di lapangan sepakbola Atang Sutresna Cijantung kemarin (Senin, 17 / 7 / 2017) pagi WIB.

Saat ditanya lagi soal alasan kenapa dirinya sangat menyukai gaya bermain Messi, Egy pun dengan antusias menjelaskannya kepada wartawan.

“Yang saya suka dari Messi adalah mampu membuat lawan sulit membaca arah dia membawa bola. Semua dribbling Messi di lapangan itu penuh dengan kejutan. Sulit ditebak”, paparnya lagi.

Sejatinya, penampilan Egy tidak hanya sekali ini saja yang berhasil mencuri perhatian. Sebelum ini, ia sempat dianugerahi piala Jouer Revelation Trophee usai berkompetisi di Toulon pada bulan Juni 2017 kemarin. Penghargaan tersebut jatuh ke tangannya, lantaran Egy dinilai sebagai pemain yang paling memotori timnya.

Agar tetap memastikan anak didiknya berada di trek yang benar, Indra selaku pelatih tetap mengingatkan agar Egy tidak lantas jadi cepat puas diri. Nasihat ini juga turut dilontarkannya kepada seluruh pemain di tim.

Egy pun mengiyakan wejangan yang disampaikan oleh pelatihnya itu.

“Saya mah sebetulnya juga biasa aja. Merasa senang, iya. Saya akui itu. Tapi, bukan lantas saya jadi ke-geeran. Saya mah beneran deh biasa aja. Ga ada yang wah. Kan media yang terlalu menggembar-gemborkan”, ujar Egy.

“Jika media memuat berita yang bagus, saya sangat berterima kasih sekali. Toh tanpa wartawan, semua juga tidak ada yang bakalan tahu tentang saya. Tapi saya sudah menanamkan kepada diri saya, supaya tidak cepat puas diri dengan segala bentuk pujian”.

“Buat saya yang terpenting adalah bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia dengan terus berprestasi kedepannya, tanpa ada embel-embel haus pujian”, tuntasnya menyudahi wawancara.

Selain menyukai pemain yang berasal dari klub luar negeri, Egy mengaku juga punya idola dari klub-klub dalam negeri. 3 pemain Liga 1 yang menurutnya berhasil menginspirasi dirinya, antara lain adalah Firman Utina, Boaz Solossa dan juga Cristian Gonzalez.

Garuda Diinjak Kangguru 7-3

Garuda Diinjak Kangguru 7-3
Garuda Diinjak Kangguru 7-3

Kekalahan telak baru saja dialami timnas Indonesia U-16, saat berduel dengan Australia sore kemarin (Kamis, 13 / 7 / 2017) di laga lanjutan kompetisi Piala AFF U-15 ’17.

Pada awal-awal laga yang digelar di Chonburi Campus Stadium, Garuda sempat membalap skor dengan membidani 2 gol terlebih dahulu ke gawang Kangguru. Gol pertama dicipta pada menit ke 2 oleh Amiruddin Bagus. Selanjutnya, gol buat Merah Putih terbidani lagi hanya 6 menit berselang dari gol sebelumnya. Dimana, Bagus sukses menggandakan koleksi golnya pada laga tersebut.

Sayang, senyum Indonesia cuma sumingrah selama 9 menit babak 1 berjalan. Pasalnya, Australia langsung mengejar ketertinggalan dengan mencetak angka pada menit ke 9 lewat sepakan Trent Osler. Disusul dengan gol berikutnya yang tercetak 1 menit kemudian oleh Noah Botic.

Berhasil mengimbangi kedudukan 2 sama dengan Garuda, Kangguru pun semakin mengganas. Hingga akhirnya pada menit ke 12, James Sepping membalikkan keunggulan menjadi 3 – 2 pada menit ke 12.

Lagi-lagi, gawang Indonesia harus bolong pada menit ke 30. Giliran Botic yang sukses menggandakan catatan golnya. Tanpa memberikan kesempatan berkutik, Birdan Kirdar turut menyumbang gol ke gawang yang dikawal Ahludz Dzikri. Sontak Indonesia pun semakin pucat, lantaran sudah tergilas 2 – 5 di babak 1. Kedudukan tersebut, tetap bertahan hingga sesi turun minum.

Coba mengakali keadaan, Brylian Aldama ditarik Fachry Husaini keluar lapangan dan digantikan dengan Rendy Juliansyah. Sementara itu, Pualam Bahri ditunjuk untuk mengganti Dzikri yang mengalami cidera. Namun begitu, upaya Indonesia sama sekali tidak membuahkan hasil. Giliran Ryan Teague mengambil giliran untuk mendonasi gol buat Australia. 1 menit kemudian, kedudukan Australia yang 6 – 2, hampir saja berubah menjadi 7 – 2. Namun, finishing yang dilakukan didepan bibir gawang belum tereksekusi dengan sempurna. Lantaran, si kulit bundar harus mencium mistar dan membal lagi.

Kans untuk bikin gol lagi, baru didapat Indonesia pada menit ke 62. Adapun dengan gol terakhir Indonesia tersebut, Bagus sukses mencatatkan hat trick nya. Namun lagi-lagi kedudukan 3 – 6 untuk Indonesia, cuma berjalan selama 3 menit saja. Pasalnya, Australia kembali menyarangkan bola ke jala Indonesia lewat tendangan Stephan De Robillard. Kedudukan lantas berubah 7 – 3 untuk keunggulan Australia.

Menjelang laga bubar, wasit sempat memberikan kado penalti buat Indonesia. Sayang David Maulana yang berperan sebagai algojo, gagal melakukan eksekusi tersebut. Tendangan David dengan cepat mudah dibaca dan langsung ditepak oleh Jamie Signorello.

Papan skor yang tidak bergeming lagi hingga laga usai, membuat Indonesia kalah 3 – 7 dari Australia.

Kekalahan ini menjadi kegagalan ketiga timnas Indonesia U-16, saat merumput di ajang Piala AFF U-15 ’17. Adapun dengan situasi yang dialami, peluang Garuda Muda untuk bisa maju ke putaran semi final pun semakin tipis. Disebabkan tim yang dikapteni oleh Reksa Maulana itu harus tertahan di ranking 5 dengan koleksi sebiji poin saja, usai meraih 1 hasil imbang dan 2 kali keok. Sedangkan Myanmar, bercokol di ranking 2 klasemen sementara dengan saldo 7 poin.

Harapan Indonesia untuk menjadi juara di kompetisi ini pun, hampir pasti hanya menjadi mimpi di siang bolong saja. Untuk merebut posisi runner up grup A saja, Indonesia harus harap-harap cemas timnas Myanmar, Australia yang punya koleksi 6 poin dan nangkring di ranking 3, serta Laos yang mengantongi 3 poin dan duduk di urutan 4 gagal memenangkan pertandingan di 2 laga terakhir mereka. Sementara itu, Thailand tetap kokoh diatas sebagai pemegang posisi puncak klasemen dengan raihan 9 poin.

Berikut susunan pemain yang berpartisipasi dalam laga Indonesia kontra Australia kemarin.

Indonesia diperkuat oleh Ahludz Dzikri / Mochamad Yudha / Ahmad Rusadi / Miftahul Husyen / Miftakhul Septa / Muhammad Reza / Andre Oktaviansyah / Brylian Negiehta / David Maulana / Fadilah Nur Rahman, serta Aminuddin Bagus.

Sementara kubu Australia diisi oleh Jamie Signorello / Mark Peter Natta / Thomas Robin Main / Isaac Joseph Hovar / Birkan Kirdar / Ryan Teague / Luke Duzel / Noah Vinko Botic / Trent Ostier, dan juga Lachian James Sepping.

 

Rooney Bakal Genjot Everton Buat Sabet Trofi di Musim Depan

Rooney Bakal Genjot Everton Buat Sabet Trofi di Musim Depan
Rooney Bakal Genjot Everton Buat Sabet Trofi di Musim Depan

Baru resmi Wayne Rooney pulang ke klub lamanya, striker yang dulunya sudah mengabdi di Manchester United (MU) selama 13 tahun itu langsung punya ikrar. Yaitu, akan menggenjot dirinya supaya Everton mampu menggasak piala di musim depan.

Akhir pekan kemarin (Minggu, 9 / 7 / 2017) malam waktu setempat menjadi hari resmi dilepasnya Rooney oleh MU ke Goodison Park. Dimana pemain berusia 31 tahun itu, telah diikat kontrak oleh Everton selama 2 tahun.

Dengan rampungnya proses transfer Rooney, maka The Toffees telah resmi memboyong 5 pemain baru. Sebelum Rooney, 4 pemain baru yang diangkut Everton diantaranya adalah advy Klaassen, lalu Jordan Pickford, berikutnya Sandro Ramirez dan terakhir Michael Keane.

Rooney setelah membubuhkan tandatangannya diatas lembaran kontrak pun, langsung berani umbar janji pada pers.

“Disini saya berada dengan pemain-pemain yang sekaliber. Maka jangan heran, kalau saya optmis Everton akan menyabet titel di musim ini”, ujar pemain timnas Inggris itu di website resmi Everton FC.

Laga perdana Rooney di era keduanya bersama Everton, bakal berlangsung pada 12 Agustus 2017 mendatang. Yakni, saat menyambut Stoke City di minggu pertama Liga Premier. Lalu sebulan berikutnya, Rooney bakal berbalik melawan klub lamanya di Old Trafford pada laga lanjutan Liga Premier.

“Bagaimanapun juga Everton adalah klub tempat saya tumbuh. Dari awal berkarir sampai akhinya bisa menjadi pemain andalan. Sekarang saya akhirnya bisa mendapat kesempatan untuk membela klub yang dulu pun pernah saya bela. Ini seperti ada ikatan emosional yang erat, yang tentunya akan membuat saya bermain dengan sangat total buat klub ini”, ceplos Rooney.

Sebelum ini, Rooney pertama kali bergabung ke Everton adalah pada tahun 2002. Disana, ia bermain selama 2 musim hingga tahun 2004. Selama berjersey biru, dirinya sudah membungkus 15 gol dari 67 kali merumput bersama Everton. Di MU sendiri, Rooney dipercaya menjadi kapten klub dan keluar dari Klub Setan Merah dengan predikat pencetak gol terbanyak di sepanjang perjalanan sejarah sepakbola MU.

“Pengalaman tentunya membuat saya semakin matang. Saya jamin Everton tidak akan kecewa dengan keputusannya menerima saya kembali”, terus Rooney.